Menggapai Khusunul Khotimah

Oleh: Ustadz Syatori Abdurrauf
Pimpinan Pondok Pesantren Mahasiswi Darush Shalihat


Merencanakan husnul khotimah pada akhirnya menjadi suatu keniscayaan dalam hidup, sebab siapa yang tidak merencanakan husnul khotimah itu berarti merencanakan su'ul khotimah.
Siapa yang su'ul khotimah itu? Yaitu yang "meninggal dalam keadaan belum sampai pada tujuan hidupnya".
 

Karena pilihan akhir hidup hanya dua
husnul khotimah atau
su'ul khotimah

Tentu, karena ini sifatnya merencanakan, perlu rancangan yang pasti dan jelas.
Lalu kita tanyakan pada diri kita, mana rancangan hidup kita menuju husnul khotimah

Sudahkah kita punya tulisan rencana husnul khotimah
Kalau belum, berarti kita belum matang dalam merencanakan husnul khotimah.

Semoga pertemuan pertemuan kita di sini, di majelis majelis ilmu ini,  menjadi isyarat-isyarat kelak kita akan bertemu kembali di surga.

Mungkinkah kita bisa husnul khotimah dengan hanya mengandalkan diri kita
Padahal menuliskan saja, sampai sekarang belum kita lakukan.

Itu menjadi isyarat bahwa husnul khotimah kalau hanya mengandalkan diri kita sendiri akan berat.

Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan...?
Berarti kita perlu menjari jalan lain?

Husnul khotimah adalah rahmat Allah. Berarti yang kita cari adalah rahmat Allah.
Tidak mungkin manusia husnul khotimah tanpa rahmat Allah.
Untuk menggapai husnul khotimah, rintangannya banyak, gangguannya banyak. Minimal gangguan itu berasal dari syaitan.

Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan rahmat Allah
Sebenarnya sederhana, yaitu melalui amal baik kita.
Apapun amal baik yang kita lakukan, akan meninggalkan jejak jejak rahmat Allah untuk hidup kita.
Jadi, akan selalu ada rahmat Allah dalam setiap amal kebaikan kita, tapi kadarnya tidak sama.

Rumusnya ada dua:
semakin berat kita melakukan amal kebaikan, semakin besar rahmat Allah nya.
semakin kecil balasan dunia untuk diri kita dari amal baik yang kita lakukan, rahmat Allah nya akan semakin besar.

Mana rahmat Allah yang lebih besar untuk kita

Orang yang kita tolong, membalas dengan kebaikan atau yang membalas dengan keburukan.

Dengan demikian, kita beramal baik agar bisa meninggalkan jejak-jejak rahmat Allah yang akan membuat kita masuk surga. Sebab, manusia hanya akan bisa masuk surga dengan rahmat Allah.

Karena setiap amal baik kita akan meninggalkan jejak rahmat Allah, maka..
Lakukanlah segala yang baik bukan karena kita ingin melakukannya, melainkan karena kita ingin mendapatkan rahmat Allah.
Karena itu, pastikan setiap kali kita hendak beramal baik, kita sudah meniatkannya untuk mendapatkan rahmat Allah.
Contohnya, menolong orang bukan untuk menyenangkan orang tersebut, melainkan karena semata kita ingin mendapatkan rahmat Allah. Saya shalat, membaca qur'an, mengaji, umroh, tidur, semuanya untuk mendapatkan rahmat Allah.
Barang siapa yang melakukan amal baik karena menginginkan rahmat ALLAH, maka Allah akan turunkan rahmatNya berupa 3 hal:
1. Kelembutan hati sebelum melakukan amal.
Karena itu, kalau shalat sekedar untuk menggugurkan kewajiban, maka akan sulit hatinya menjadi lembut.

2. Rasa bahagia saat beramal.
Ada kebahagiaan dan ketenangan dalam shalat, dzikir, tilawah kita. Kalau bahagia, maka akan khusyuk.

3. Kebaikan yang berketerusan usai beramal. Artinya, kebaikan yang dilakukan akan melahirkan kebaikan yang lain.
Ibarat batang yang menghasilkan tunas tunas yang lain.
Shalat yang diniatkan untuk mendapatkan rahmat Allah, akan mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Apa salah satu amal yang bisa mendatangkan rahmat Allah
Salah satunya, dzikrullah.

Apa itu dzikrullah?
Yaitu amal yang membuat kita selalu ingat Allah swt.
Kalau dzikrullah kita adalah amal yang selalu membuat kita ingat Allah, maka sebenarnya tidak harus dzikir dalam bentuk tasbih, tahmid.
Sehingga, dzikrullah itu sangat luas.
Misalnya, menunggui orang yang sakit, melihat saudara saudara kita yang lebih susah dari kita, yang membuat kita mengingat Allah.

Dzikrullah ini akan membuat kita bisa menjadi ahli dzikir. Siapa mereka...

Yaitu mereka yang:.
1. Senang saat diingatkan, oleh siapapun. Berarti memahami ada kekurangan dalam dirinya.
2. Memahami apapun sebagai tadzkirah (peringatan) dari Allah, apapun peristiwanya, peristiwa baik maupun buruk.

Jika ada orang yang lebih sholih dari kita tapi lebih miskin dari kita, sebenarnya itu tadzkirah dari Allah.
Umrah sebagai panggilan Allah, padahal kita merasa ada orang lain yang lebih sholih tapi belum bisa umrah. Tadzkirah di balik itu, berarti kita dipilih oleh Allah untuk umrah sebagai amanah, untuk bisa beramal lebih baik.

Memahami apapun sebagai tadzkirah Allah itu memang sulit.
Rizki yang Allah berikan, bisa jadi itu merupakan ujian dari Allah.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sebelum menjadi khalifah hidup dalam kekayaan, setelah ditunjuk menjadi khalifah, beliau berubah menjadi sosok yang zuhud.

Untuk menjadi ahli dzikir, kita harus menjadi ahli ilmu.
Karena sebaik baik dzikrullah adalah mencari ilmu.
Mengapa demikian...?
Dalam surat An-Nahl ayat 43, Allah menyebutkan "Maka bertanyalah kepada ahli ilmu apabila kamu tidak mengetahui".

Apa ciri ahli ilmu..?
Yaitu melihat segala sesuatu dengan hati. ­čîĚKarena, apapun yang ada dalam kehidupan kita bisa dilihat dari 3 sudut pandang:
Nafsu
Akal
Hati

Kalau kita melihat apapun dengan nafsu, hasilnya adalah kerusakan.
Kalau kita melihat apapun dengan akal, hasilnya adalah kebodohan.
Kalau kita melihat dengan hati, hasilnya adalah pengertian-pengertian yang membangun.

Misalnya....Saat kita dihina orang lain.
Melihat dengan nafsu ➡ munculnya dendam dan benci.
Melihat dengan akal ➡membalas
Melihat dengan hati ➡ pengertian dengan memaafkan orang yang menghina.

Contoh lain....Ketika kita dipuji.
Melihat dengan nafsu➡ menjadi sombong dan merasa lebih dari yang lain.
Dengan akal ➡ menjadi senang. Padahal sebenarnya kebaikan kita tidak lain adalah karena pertolongan Allah.
Dengan hati ➡ menjadi malu, karena sesungguhnya  kita menjadi baik adalah karena pertologan Allah.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment