Dahsyatnya Shalat Dhuha

Entah kenapa, hari ini pikiranku kalut, gundah gulana hatipun berbelut. Mau berangkat sekolah, kaki ini sepertinya sangat berat untuk melangkah. Meski demikian, ku paksakan diri untuk terus melangkah. Riang gembira sebagian anak-anak yang sudah masuk lebih pagi menyambutku dipintu gerbang. Aku pun menanggapinya dengan senyuman. Setelah bersalaman dengan mereka aku langsung menapaki tangga menuju kantor di lantai dua. Perlahan ku buka kantor sekolah, tempatku berburu dan meramu ilmu. Dari sini aku banyak mengenali tentang diriku dan berbagai karakter rekan kerja. Hampir dua tahun aku menempati kantor ini. Meski ukurannya tidak telalu besar dan dengan kondisi yang tidak begitu megah, tapi dari sinilah aku menemukan besarnya cita-cita.

Jam di dinding menunjuk ke angka tujuh, lalu lalang anak-anak mulai masuk kelas. Banyak anak-anak berjalan sembali memanggil namaku. Cuma memanggil, tapi mungkin sebenarnya yang lebih tepat menyapaku. Namun ada juga anak-anak lewat hanya diam saja tanpa kata. Inilah keberagaman manusia yang menandakan bukti ke Maha Besaran Penciptaan-Nya.

Setelah anak-anak masuk, sejenak aku duduk di salah satu meja tamu. Entah apa yang ku bayangkan, entah apa yang ku pikirkan, serasa semua bercampur aduk menjadi satu. Mencoba membuka sebuah buku pelajaran di meja, tapi nampaknya yang kulihat hanya gambar-gambarnya saja, lalu ku tutup lagi buku itu. “Drrddrddd…” HP-ku bergetar, menggugah kehampaanku. Ku buka ternyata ada SMS kalau hari ini nanti ada rapat dinas.

Kembali,… aku hanya terdiam tanpa bayangan dan pikiran. Melamun? Mungkin. Tapi hati ini seakan ingin mengambil air wudhu dan sholat dhuha. Entah berapa hari aku tidak shalat dhuha, seakan hari ini begitu besar niatan untuk sholat itu tiba-tiba menguat dihati. Ku basuh mukaku dengan air wudhu, melihatnya seakan air ini begitu jernih. Setelah itu aku pun menuju ruang yang kosong untuk menuruti besarnya keinginanku.

Selesai sholat aku pun berdoa, tunduk memohon bimbingan kepada DIA yang Maha membolak-balikkan hati. Ku mohonkan segala keangkuhanku, karena selama ini aku merasa seringkali melalaikan-Nya. Ku sampaikan segala gundah gulana hati, karena ku tahu hanya DIA-lah yang maha tahu isi hati ini. Entah kenapa aku pun menangis, tak tau kenapa air mata ini pun tiba-tiba menitik. Ku terus mengadu dann memohon kepada DIA yang memiliki jiwa ini. Kulantunkan do’a-do’a penuh harap agar DIA berkenan mengabulkannya. Sungguh aku merasakan seakan Dia begitu dekat.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa  kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.s.al-Baqarah: 186).
Hari ini, seusai sholat dan bermunajat seakan aku menemukan energi baru untuk menjalani hari-hariku. Hari ini serasa begitu istimewa, seakan tiap detik tak ingin terlewatkan begitu saja. Sungguh dahsyatnya efek dari shalat dhuha. Semoga Allah meneguhkan langkahku. Semoga kan istiqomah selalu.

Salam hangat penuh semangat dari Rumah Cinta; ‘Dengan Cinta Kita Satukan Dunia’


Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment