Bagaimana dengan Surga?

Ibrahim bin Adham seorang Raja yang memiliki kekuasaan yang sangat luas. Suatu hari ia pernah melakukan suatu perjalanan, tiba-tiba di tengah perjalanan ia mencari sebuah tempat untuk menunaikan hajatnya (toilet). Tampak seorang pemuda berjaga di tempat tersebut, lalu mengatakan; "jika kau mau masuk ke tempat ini, kau harus membayarnya" ungkap lelaki paruh baya itu. Mendengar ucapan tersebut, Ibrahim bin Adham pun terdiam dan menitikkan air mata. Pemuda tersebut heran, seraya berkata: "Jika kau tak punya uang, carilah tempat lain."
Ibrahim bin Adham pun menjawab: "aku menangis, bukan karena tidak memiliki uang. Aku menangis karena merenungi, jika tempat sekotor ini saja harus dibayar untuk memasukinya, apalagi Surga yang begitu indah."
Sejenak mari kita merenungi betapa saat ini kita seringkali melalaikan kehidupan akhirat. Tentang Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Tentang keindahan Surga yang tiada bandingannya di dunia ini. Dan tentang kehidupan abadi setelah kehidupan fana dan sementara.

“Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS al-Waqi’ah: 15-23)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Surga itu disediakan bagi orang-orang sholih, kenikmatan di dalamnya tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pula pernah terlintas dalam hati.’ Maka bacalah jika kalian menghendaki firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.’” (QS. As Sajdah [32] : 17) (HR. Bukhari & Muslim)

Lantas dengan apa kita akan masuk ke sana? Tentu Surga ndak gratis. Kita harus punya tiket untuk menuju ke sana? Perhatikan jika di dunia ini kalau kita mau membangun rumah, kita juga harus membeli pernak-pernik kebutuhan agar rumah yang kita bangun bisa berdiri tegap. Mulai dari batu bata, pasir, genteng dan lainnya. Begitu juga dengan Surga.
Tentu bagi kita, bisa memasuki Surga merupakan harapan yang begitu besar. Meski sebenarnya kita sendiri tidak pantas untuk memasukinya. Barangkali kita masih ingat dengan doa yang disenandungkan oleh Abu Nawas dulu, “wahai Tuhan aku tak layak ke Surga-Mu, namun aku juga tak kuasa pergi ke neraka-Mu.”

Dan inilah beberapa ciri-ciri Penduduk Surga:
1.    Beriman dan Beramal Shalih
Allah SWT berfirman:
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih bahwasanya mereka akan mendapatkan balasan berupa surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai…” (Qs. al-Baqarah: 25)

2.    Bertaqwa
“Bagi orang-orang yang bertakwa terdapat balasan di sisi Rabb mereka berupa surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, begitu pula mereka akan mendapatkan istri-istri yang suci serta keridhaan dari Allah. Allah Maha melihat hamba-hamba-Nya.” (Qs. Ali Imran: 15)
3.    Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
“Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang sangat besar.” (Qs. an-Nisa’: 13)
4.    Cinta dan benci karena Allah
“Tidak akan kamu jumpai suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya meskipun mereka itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, maupun sanak keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang ditetapkan Allah di dalam hati mereka dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya, Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah, ketahuilah sesungguhnya hanya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. al-Mujadalah: 22)
5.    Berinfaq di kala senang maupun susah
“Bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di kala senang maupun di kala susah, orang-orang yang menahan amarah, yang suka memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri maka mereka pun segera mengingat Allah lalu meminta ampunan bagi dosa-dosa mereka, dan siapakah yang mampu mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka juga tidak terus menerus melakukan dosanya sementara mereka mengetahuinya.” (Qs. Ali Imron: 133-135)
6.    Memiliki hati yang selamat
“Pada hari itu -hari kiamat- tidak bermanfaat lagi harta dan keturunan, melainkan bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Qs. as-Syu’ara: 88-89)

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment