Pribadi yang Berbakat Menjadi Hafizhul Qur'an

Sahabat mukmin yang dicintai Allah. Mari kita bertanya pada diri kita, sebesar apa kecintaan kita kepada Al Qur’an yang menjadi pedoman hidup kita? Sejauh mana kita dalam mentadaburi dan menghayati isi yang terkandung di dalamnya? Apakah kita ingin bisa menjadi seorang penghafal Qur’an / hafizhul Qur’an. Kalau ya, mari kita simak, apakah diri kita sebenarnya pantas menjadi seorang Hafizhul Qur’an. Seseorang yang memiliki kedudukan mulia, bahkan sederajat dengan kedudukan para Nabi.
Inilah taujih yang pernah disampaikan oleh Ust. Abdul Aziz, Lc, dalam sebuah acara.
 
Ciri-ciri orang yang Hafizhul Qur’an:  

1.    Kuat berlama-lama membaca Al Qur’an

Inilah ciri yang pertama dan mendasar bagi setiap orang yang mau menjadi hafizhul Qur’an. Tengoklah pada diri kita. Sehari berapa lembar ayat-ayat Al Qur’an yang kita baca? Seorang yang ingin menjadi Hafizhul Qur’an, pasti akan menanamkan cintanya kepada Al Qur’an, sehingga ia ingin sekali bersama Al Qur’an, membaca dan mentadaburinya.
“…. Diantara ahli kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari dan mereka juga bersujud (sholat).” (QS. Ali Imran: 113)

2.    Senang dan Termotivasi setiap kali mendengar pengajian/taujih al Qur’an
Sahabatku, senangkah kita mendengar taujih tentang Al Qur’an. Senangkah kita jika mendengar bacaan-bacaan al Qur’an?
Dalam surah Al Jin, ayat 1-2 Allah SWT telah berfirman: “ungkapan fitrah makhluk berupa jin ketika mendengar bacaan Al Qur’an yang menimbulkan ketakjuban sampai menghasilkan semangat untuk tidak bermaksiat kepada-Nya.”
Lantas bagaimana dengan kita?
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan Al Qur’an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaannya), mereka berkata: ‘diamlah kami! (untuk mendengarkannya)’. Maka setelah selesai mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29)

3.    Senang mendengar bacaan Al Qur’an dalam waktu yang lama
Ketika Abdullah bin Mas’ud diminta oleh Rasulullah Saw untuk membacakan Alquran,  beliau merasa tidak pantas membacakannya. Akan tetapi Rasulullah tetap memaksa seraya berkata: “Saya senang mendengarnya dari orang lain”. Maka mulailah Ibnu Mas’ud r.a. membaca An Nisa dan ketika sampai di ayat ke 41, tiba-tiba Rasul menghentikan bacaanya dan terlihat genangan air di mata Rasulullah saw.

4.    Menetapkan waktu wajib untuk Al Qur’a
  • Hadits: “Bacalah (tamatkanlah) Alquran dalam sebulan!”
  • Rasulullah Saw menjadikan hadits ini sebagai standar 
  • minimal interaksi seorang muslim dengan Alquran. 
  • 30 juz = 30 hari à 1 juz ~ 1 hari 
  • Ini berarti seorang muslim wajib menginfaqkan waktunya 
  • Minimal 45 menit - 1 jam dalam sehari untuk Alquran.

5.    Senang bergaul dengan para penghafal Al Qur’an dalam rangka menggali pengalaman mereka

6.    Banyak melakukan ibadah dengan harapan mendapat kemudahan dalam menghafal Al Qur’an
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (QS. Al Isra: 7)

7.    Merasa ghibthoh (Ngiri berat) setiap kali melihat orang yang hafal Al Qur’an
Sahabat, iri tidak jika ada teman kita yang mampu menghafal Al Qur’an 30 juz. Bukan juz 30 lho. Atau iri tidak jika ada teman kita bisa berlama-lama dengan Al Qur’an. Kalau kita iri, berarti kita akan mempunyai keinginan bisa seperti teman kita.

8.    Banyak berdoa untuk menjadi hafidz Al Qur’an
Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah, agar Allah senantiasa membukakan pintu kemudahan kepada kita untuk menghafalkan Al Qur’an.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Pemurah. Allah malu jika ada seseorang yang menengadahkan kedua tangan kepada-Nya tapi kemudian menolaknya dengan tangan hampa” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

9.    Senang dengan Qiyamullail yang panjang
Senangkah kita dengan sujud-sujud qiyamulail kita? Rindukah kita bisa menyendiri, bermunajad kepada Allah SWT? Jika rasa itu sudah mulai meluntur, mari kita pompa kembali agar kita senantiasa senang dengan tiap rekaat shalat malam kita. Agar kita mendapat pentunjuk dan kemudahan dalam menghafal Al Qur’an
Sa’id bin Musayyib berkata: Sungguh seseorang yang bangun pada malam hari lalu menunaikan shalat malam, Allah SWT akan memberikan kepadanya wajah yang berseri sehingga dicintai oleh setiap muslim, dan melihatnya sebagai sosok yang belum pernah dilihat sebelumnya. Lalu beliau berkata: “Sungguh saya sangat senang kepada orang ini”

10.    Banyak menghatamkan Al Qur’an wa bil khusus di bulan Ramadhan
"Bacalah (khatamkan) Al-Quran setiap sebulan sekali." Aku menyatakan, "Aku  mampu melakukan lebih banyak dari itu,"Beliau pun terus menguranginya sehingga menjadi tiga hari." (Hadist Riwayat Bukhori 7/93, no. 1842)

11.    Berusaha tetap bersama Al Qur’an dan tidak menyerah dengan rasa malas dan futur
Rasa malas, inilah yang seringkali menghambat kita untuk menghafal Al Qur’an. Mau buka al Qur’an saja rasanya berat, apalagi membaca bahkan menghafalkannya. Untuk itu mari kita mulai menata hati kita, bahwa Al Qur’an bukan saja sekedar ritual baca saja, tapi ia akan menjadi penentram dan syafaat di hari kiamat kelak. 

                                                                                 (di ramu dengan bahasa sendiri)
Share:

2 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment