Do'amu Pelepas Dahaga

Suatu hari saat aku keluar rumah, tiba-tiba perlahan engkau membisikan kalimat, “Subhanaanal-ladzii sakh-khara lanaa ha dzaa wa maa kunna lahu muqrinina wa inna ilaa robbinaa lamunqolibun *)…” aku pun hanya tersenyum, sesekali melihat wajahmu yang akan melepas kepergianku.
Lalu lalang lalu lintas jalan Solo-Purwodadi inilah jalan yang setiap hari aku tempuh ke sekolah. Jalan yang tak begitu lebar, tapi banyak sekali kendaraan yang melintasi jalan ini. Terlebih bus yang besar-besar membuat para pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor harus berhati-hati.
Ku lihat jam di tanganku menunjukkan pukul 06.50 WIB. Sepuluh menit lagi bel sekolah berbunyi. Sementara aku masih dalam perjalanan. Langsung saja aku menambah kecepatan, dengan menekan gas tambah kencang. Tak begitu lama tiba-tiba ada kendaraan yang melintas di depanku dengan mengambil kanan jalan terlalu banyak. “Ya Allah” sontak aku terkaget dengan kendaraan itu yang menabrak spion motorku. Untung saja aku bisa mengendalikan motorku, hingga akhirnya tidak terjatuh. Ia memang menyalahi dalam menggunakan jalan. Jalan yang seharusnya tidak ia lewati, mungkin karena ia ingin menyalip mobil akhirnya ia mengambil banyak jalan di kanan.
Ku hembuskan nafasku dalam-dalam. Hanya seutas ingatan atas doa yang dilantunlah isteriku ketika aku hendak keluar rumah tadi. Perlahan air mata ini menitik haru. Sungguh doanya ternyata di dengar oleh penjuru langit. Semakin aku rindu waktu itu, ingin segera memeluknya erat-erat.
Ya Allah terima kasih engkau telah mempertemukan kami. Engkau berikan aku pendamping yang selalu mengerti. Bimbinglah kami selalu agar senantiasa teguh di jalan-Mu.

Dinda do’amu laksana
Pelepas dahaga di lelahnya jiwa…..

dalam perjalanan rumah tangga;


*) Maha suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan hanya kepada Allah kami akan kembali.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment