Rembulan, Teruslah Menyinariku...


“Kriiinnggg… kriinggg….”, jam 03.00 ada HP yang berbunyi. Ternyata engkau sengaja menge-set alarm di jam itu. Perlahan, kemudian engkau menciumku dan dengan lirih kau membangunkanku “Nda, ayo bangun sholat malam.” Tapi tak jarang aku mendengkur kembali, membenahi selimutku yang tak karuan karena polah tidurku. Engkau pun sholat malam sendiri tanpa aku temani. Engkau khusyu’ menengadahkan diri dan bermohon untuk kebaikan kita, saudara kita dan keluarga kita, terlebih engkau juga memohon agar Allah menguatkan ikatan cinta kita, menjaga hati kita. Sungguh malam-malam itu adalah malam yang terindah, tapi jarang aku menemanimu, hingga adzan subuh bergema engkau pun kembali mendekatiku dan membangunkanku, “Nda sayang… sudah adzan subuh, ayo bangun.” Engkau terus menungguiku sampai aku benar-benar bangun. 
Mulailah aku mengambil air wudhu dan memerickkannya ke mukaku. Setelah itu engkau datang dengan membawa gamis dan peci, kemudian mengenakannya untukku, dan membukakan pintu sampai aku mengucapkan salam. Selesai sholat berjamaah di masjid, aku menemuimu di rumah sedang membaca doa dan al ma’tsurat. Tapi setelah itu aku disibukkan dengan persiapan-persiapan untuk berangkat sekolah. Lagi-lagi aku jarang menemanimu membaca al ma’tsurat bersama. 
Sinar mentari mulai nampak dari ufuk timur. Engkau bergegas mengambilkan jaket dan helm kemudian memakaikannya untukku. Kau cium kening dan kedua pipiku dan mengatakan “Hati-hati di jalan ya sayang.” Dan engkau pun tersenyum melepas kepergianku ke sekolah. Ketika aku di sekolah, seringkali kau berkirim SMS kepadaku “Nda, sudah sholat dhuha belum?” dan tak jarang ku jawab, “Sekarang masih pelajaran di kelas.”

**Rembulanku, semoga engkau terus setia menemani perjalananku menuju tempat yang kita cita-citakan. Semoga engkau jua tak jemu mengingatkan kala aku jauh dari Tarbiyah sang pencipta. Semoga kelak kita kan bersama-sama lagi di Surga.  

Rembulan di langit hatiku 
Menyalalah engkau selalu 
Temani kemana meski ku pergi 
Mencari tempat kita tuju 
Kan ku jaga nyalamu selalu 
Pelita perjalananku 
Kan ku jaga nyalamu selalu 
Rembulan di langit hatiku 

Rembulan dilangit hatiku 
Teguhlah engkau pandu aku 
Ingatkanlah ku bila bersalah 
Menempuh tempat kita tuju
.....
 
Share:

2 komentar:

  1. tulisanmu memuatku menangis pilu wahai sahabatku. seperti melihat diriku sendiri dimasa lalu.
    aku malu padamu wahai bidadariku..... apakah kelak kau akan ingat diriku...
    kau anugrah terindahku...
    selamat menikmati jamuan Robbmu di taman firdaus..aamiiin

    BalasHapus
  2. Doaku... semoga antum kan dinikahkan kembali dengannya di Surga Kelak.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment