Tafakur in eMQe



Saudaraku yang dimuliakan Allah… Para bijak sering berkata bahwa dunia laksana pedang bermata dua. Jika kita piawai memainkannya maka kita akan selamat,tapi jika kita tidak mampu memainkannya maka kita akan binasa. Sekalipun kehidpan dunia ini nampak indah dan mempesona tetapi ketajamannya jauh melebihi ketajaman sebilah pedang. Jika ketajaman padang hanya mampu memotong dan mencabik-cabik tubuh kita, tapi ketajaman dunia ini bukan hanya memotong tubuh tetapi dia akan membabat habis tubuh kita menyanyat hati kita, jantung kita, seluruh otak kita dan seluruh anggota tubuh, dan ini belum selesai, tapi ia akan menyayat-nyayat tubuh dan hati kita dalam waktu yang tak terbatas.
Sahabat, ibarat panah dunia mempunyai 3 macam anak panah, panah kesengsaraan, panah perlindungan, dan panah pengharapan. Mereka yang mejadikan dunia sebagai tujuan, akan tertancap oleh anak panah kesengsaraan, dan ia akan lelah diperbudak oleh dunia. Mereka yang menjadikan dunia sebagai perlindungan, maka dia akan tergores oleh panah kesombongan, karna kesenangan akan dunia membuka tabir keangkuhan. Dan mereka yang menjadikan dunia sebagai pengharapan, maka akan tergores oleh panah kekecewaan. Karna dunia tidak selalu menjanjikan kebahagiaan. Dunia seperti fatamorgana. Kita sangkah dari kejauhan memiliki hakikat yang tetap, padahal tidak. Kita kejar untuk digapai, tapi tak pernah sampai. Orang yang kehausan menyangkanya sebagai air, tetapi setelah didekati tak nampak apa-apa.
Saudaraku…. Orang yang mengejar dunia dan melupakan akhirat, sungguh mereka adalah orang-orang yang tidak berakal. Mereka lebih mendahulukan hayalan daripada kenyataan. Lebih mendahulukan kenikmatan sesaat daripada kenikmatan abadi. Lebih mendahulukan negeri yang fana daripada negeri yg kekal. Disnilah pentingnya kita memahami tentang hakikat hidup yang saat ini kita jalani. Sedikit saja. Kita terkesima, kita tergoda oleh pengaruh duniawi, maka kita akan teneggelam kedalam lautan ketidak pusaan yang sangat dalam. Peranan keyakinan manusia terhadap suara imannya akan sangat besar pengaruhnya bagi pembentukan pribadi yang tidak mudah tergoda. Dan cara yang paling baik adalah dengan terus-menerus meningkatkan ibadah, menertibkan ibadah dengan sempurna. Semprunakan niat dan keikhlasan kita, sempurnakan jasmani dalam kebersihan kita. Sempurnakan akidah dalam keimanan kita, dan juga sempurnakan hidup dalam keberanaran yang kita jalani.
Saudaraku yang budiman, orang yang berakal tidak akan pernah memanfaatkan dunia ini sebagai sesuatu yang mengikat dirinya. Dia hanya mengambil dunia hanya sekedar untuk menunjang ibadah dan amalnya. Demikian juga walaupun dunia itu terasa nikmat dan disukai tapi ia tetap sesuatu yang tidak kekal. Sungguh sahabat, hamba Allah yang istiqomah imannya akan menempatkan semua godaan dan tipuan dunia sebagai palajaran yang paling berharga pada dirinya. Ia harus memiliki cahaya dan keyakinan dalam qolbunya. Sehingga kita mampu menutupi gemerlapnya dunia yang ada hadapan kita, cahaya keyakainan dari dalam dirinya itulah yang akan memberinya kesempatan meraih cintanya Allah
Sahabat yang budiman, hanya dengan rahmat Allah dan karunia-Nya sajalah kita akan memperoleh kebahagiaan. Hanya dengan karunia dan inayah-Nya jugalah kita dapat berjumpa dengan sang Khalik yang menciptakan alam semasta ini. Allah tetap memberikan harapan kepada hamba-hamba-Nya untuk sampai kepada naungan rahmat-Nya.
Saudaraku yang budiman, Bagi siapa saja yang hatinya dipenuhi dengan urusan dien, maka mereka akan mendapatkan kemudahan dalam menghadirkan niat untuk berbuat baik. Sebab ketika hati tlah cenderung kepada kebaikan maka iapun akan terdorong untuk melakukan kebikan yang lainnya. Tapi bagaimanapun, barangsiapa yang hatinya dipenuh dengan kecenderungan dunia, maka dia akan mendapatkan kesulitan besar untuk menghadirkan kebaikan. Sebab kecintaan dunia yang berlebihan akan menutupi tirai kebaikan masuk kedalam jiwanya.
Sahabat yang berbahagia. Marilah kita luruksan pandanagn hidup kita. Kita jadikan diri kita, kehidupan kita, gerak kita, semata-mata hanya untuk menghamba kepada Allah. Kita jadikan diri kita, gerak dan hidup kita semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah. Sungguh sahabat, keinginan ini memang tidak begitu mudah terwujudkan karna begitu banyak godaan dan cobaan, halangan dan rintangan yang selalu hadir menerpa perajalanan hidup kita. Berbagi macam kesulitan hidup yang kita jalani, ujian yang selalu mendera tak pernah henti kita dapatkan. Semunyaa itu adalah ujian dari Allah agar kita mampu berjalan dalam kehidupan fana ini sesuai dengan apa yang disarankan dan diperintahkan-Nya. Betapa tidak sedikit diantara kita yang gagal mensikapi hidup ini hanya karna keinginan-keinginan hawa nafsu yang berlebihan. Manusia dijankiti penyakit yang menjangkitinya. Ada dua penyakit yang sangat berbahaya yang sering menjangkit, menyerang qalbunya, dialah syahwat dan syubhat.
Share:

1 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment