Ku Merayu



Sejenak, kupandang bintang berkedip diangkasa raya. Sungguh hanya seutas kata ta’jub “Subhanallah” atas ke Maha Besaran-Nya dengan apa yang Dia ciptakan baik di langit maupun di muka bumi. Seperti kehidupan ini, ada siang, ada malam. Semuanya telah diatur sedemikan rupa. “Dan kami jadikan malam sebagai pakaian, dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS. An Naba’: 10-11). Begitulah Dia telah mengajarkan kepada manusia dengan perantara Kalamnya.

Dalam sayu ini ku masih merayu
Kiranya Kau hulur sisa simpati
Untuk hatiku yang masih mengharap
Tuhan kupinta segalai terlerai…


Malam mulai sunyi. Di sepertiga malam inilah ku ingin mengadu segala gundah gulana hati. Ku mencoba memercikkan air ke muka dan berwudhu untuk melepas ikatan Syaitan dalam tidurku. Malam ini ku ingin merayu kepada-Nya, agar Dia berkenan mengampuni segala dosaku. Ku ingin meraih simpatinya kembali setelah sekian lama aku melupakan-Nya. Melalaikan semua ke Maha Besaran-Nya. Mungkin inilah tabiatku sebagai manusia yang sedikit bersyukur dan banyak melupakan-Nya kala aku bahagia. Semoga malam ini akan ada cinta-Nya menyambung cintaku. Ku tahu, banyak keangkuhan dalam diriku. Ku ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya kembali. Tanpa belaian dan kasih sayang-Nya hidupku terasa hampa. “Ya Rabb, dengarkanlah bisikan suara hatiku. Hapuskanlah segala noda yang ada di qalbuku.”

Walaupun aku tidak pasti, apakah masih membara dosaku
Di lautan derhaka ku terus berombak
Menghempas taubatku yang kian retak
Oh Tuhan ampunilah daku
Sudi kiranya kau hujani kembali, Jiwaku yang masih kelayuan ini….


Sebentar lagi malam akan menyambut pagi dengan senyumannya. Ku tak ingin melewatkan saat-saat ini. Saat ibadah terasa nyaman dan menyenangkan. Saat diriku berprasangka dekat dengan-Mu. Bukankah ketika “ku mendekati-Mu sehasta, Engkau akan mendekatiku sedepa. Jika ku mendekatimu berjalan, Engkau akan mendekatiku dengan berlari.” Allah, ku ingin saat-saat ini bisa lebih lama lagi. Ku ingin luahkan segala isi hatiku. Isi hati yang hanya Engkau yang Tahu. Karena ku tahu, Engkau pasti mendengar tiap doa dan pintaku, meski masih banyak noda yang membara di hatiku. Semoga Engkau melancarkan segala urusanku. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.s. al-Baqarah: 186).

Tuhan sambunglah cintaku yang terputus
Dengan cinta-Mu Yang Maha Kuasa
Dalam sayu ku masih merayu
Agar kasih-Mu hadir di hatiku
Dalam pilu ku masih merayu
Biarlah dosa-dosa nan lalu
Terkubur di lipatan kenangan

Ku merayu hanya pada-Mu
Ku merayu dan terus merayu


**(Saat-saat menunggu hari terindah, saat-saat memohon bimbingan-Nya)

NASYID TERKAIT:
Ku Merayu - Alarme
Share:

4 komentar:

  1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‘Menceritakan ni’mat itu adalah wujud kesyukuran dan meninggalkan adalah wujud kekufuran.’

    Semoga nikmat iman selalu Allah limpahkan pada hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertawakal.

    Semoga Allah meridhoi dan senantiasa memudahkan seluruh niat baik

    BalasHapus
  2. @Zahravia: Jzkillah khair.Subhanallah, semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapat nikmat-Nya.

    BalasHapus
  3. @STMIK DUTA BANGSA:
    Alhamdulillah, 29 April 2012. Mhn doanya agar cinta kami dikekalkan.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment