Nasihat Luqman Al Hakim


Luqman berwasiat: “wahai putraku!, sungguh manusia terbagi menjadi tiga bagian; sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirimnya, dan sepertiga untuk ulat. Yang menjadi milik Allah adalah ruhnya, yang menjadi miliknya sendiri adalah amalnya, sedangkan yang menjadi milik ulat adalah jasadnya.”

Wahai putraku!, “kuasailah marahmu dengan kelembutanmu (kesabaran), keterburuanmu dengan ketenanganmu, hawa nafsumu dengan takwamu, keraguanmu dengan keyakinanmu, kebatilanmu dengan kebenaranmu, kekikiranmu dengan kedermawananmu, jadilah orang yang tenang dalam musibah, orang yang waspada dalam kemakruhan, bersyukur dalam kelapangan rizki, khusu’ dalam shalat, cepat dalam bersedekah.”

Luqman berkata: “wahai putraku!, jadilah orang yang sopan, dekat dengan kebaikan, banyak berpikir, sedikit bicara kecuali dalam kebaikan, banyak menangis, sedikit tertawa. Jangan banyak bergurau, jangan banyak membuat gaduh, jangan suka mendebat. Jika kamu diam maka diamlah dalam berfikir, dan jika kamu berbicara maka berbicaralah dengan hikmah”

Ibnu Al Jauzi meriwayatkan dari Wahab bin Munabbih bahwa Luqman berkata kepada putranya: “wahai putraku!, berpikirlah karena Allah swt, sungguh orang yang paling banyak berpikir karena Allah adalah yang paling baik amalnya. Sungguh setan pasti lari dari orang yang banyak berpikir dan setan tidak mampu menipunya.”

Nasehatnya Lukman al Hakim untuk putranya; “wahai putraku!, sungguh dunia adalah lautan yang dalam yang banyak manusia tenggelam di dalamnya, maka jadikanlah takwallah sebagai kapalmu, isilah dengan iman, dan jadikanlah tawakkal kepada Allah sebagai layarmu, semoga engkau selamat!, dan aku tidak melihatmu bisa selamat dengan mudah.”

Luqman berwasiat kepada putranya: “jangan tertawa tanpa ada sesuatu yang mengherankan, jangan berjalan tanpa ada tujuan, jangan bertanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat bagimu, jangan menyia-nyiakan hartamu dengan memperbaiki harta orang lain, karena sungguh hartamu adalah apa yang engkau dermakan dan harta orang lain adalah apa yang engkau wariskan. Wahai putraku!, sungguh orang yang belas kasihan akan dikasihani, orang yang diam akan selamat, orang yang mengucapkan kebaikan akan beruntung, orang yang berbicara buruk akan berdosa, dan orang yang tidak mengendalikan lisannya akan menyesal.”

Luqman berwasiat kepada putranya: “wahai putraku!, emas murni diuji dengan api, hamba yang shaleh diuji dengan musibah, dan jika Allah mencintai kaum maka Allah akan menguji mereka, maka orang yang ridlo akan mendapat ridlo Allah dan orang yang benci akan mendapat murka Allah.”

Luqman berwasiat: “wahai putraku!, jika engkau ragu pada kematian maka jangan tidur, karena seperti halnya engkau tidur sepeti itu pula engkau akan mati. Jika engkau ragu pada hari kebangkitan maka jangan bangun, karena seperti halnya engkau bangun setelah tidur engkau juga akan dibangkitkan setelah kematianmu,”

Luqman berwasiat: “wahai putraku!, jangan terlalu cinta dunia, jangan terlalu menyibukkan hatimu dengan urusan dunia, karena engkau tidak diciptakan untuk dunia, dan Allah tidak menciptakan makhluq yang lebih hina dari dunia. Allah tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai pahala bagi orang-orang yang taat, dan tidak pula menjadikan musibah dunia sebagai hukuman untuk orang-orang yang bermaksiat.”
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment