Karena Hidup adalah Amanah


Sejenak mari kita hayati firman-Nya dalam surah Al Hajj (22) ayat 5:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
“Dari segumpal darah kita dicipta”. Sungguh semua atas karunia-Nya, atas kemahabesaran-Nya. Dan semuanya telah Allah catat dalam lauhul mahfudz. Bayangkan ketika kita lahir, Allah menitipkan kepada kita bentuk yang sangat berharga. Tubuh, panca indera, semuanya telah didesain yang tiada tandingannya. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” begitulah Allah berfirman dalam QS. At Tiin: 4.
Saudaraku, tentu jika kita memahami hakikat penciptaan kita, kitapun seharusnya bersyukur. Tanpa ragu-ragu Allah menjadikan kita dan terlahir ke dunia. Lantas apa yang Allah harapkan dari kita?
Mari kembali kita renungi firman-Nya:
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Ad Dzariyat: 56)
Melalui ayat ini sudah jelas, Allah meminta makhluknya untuk taat kepada-Nya. Karena itulah “hidup adalah amanah”. Semua yang Allah berikan kepada kita adalah titipan yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Semua nikmat yang melekat pada kita merupakan anugerah yang terindah yang Allah beri untuk kita. Dan sudah sepantasnya Allah meminta pertanggung jawaban kepada manusia. Seperti halnya dalam hidup ini, adalah imbal balik. Kita akan diberi gaji ketika kita bekerja. Sama seperti halnya Allah menjadikan kita, sudah sepantasnya kita beribadah kepada-Nya sebagai sarana kerja kita.
Untuk itulah mari kita kerahkan potensi yang ada pada diri kita untuk beribadah dan mensyiarkan Islam sebagai wujud syukur kita atas apa yang Allah berikan kepada kita. Bukankah Allah juga akan memberikan balasan yang begitu menjanjikan terhadap orang-orang yang mau mengabdi dan memberikan kontribusi apa saja untuk agama ini. Allahu'alam bis showah
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment