EMPAT ISTRI???



Suatu ketika ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai istri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang TERCANTIK diantara semua isterinya.
Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khawatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain.
Begitu juga dengan isteri yang ke-2, sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang SABAR DAN PENUH PENGERTIAN. Kapanpun sang pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri yang ke-2 ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.
Sama halnya dengan isteri PERTAMA. Ia adalah pasangat yang SANGAT SETIA dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi sang pedagang kurang mencintainya, meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.
Suatu hari sang pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segara meninggal dunia. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hatinya, “Saat ini aku punya 4 isteri, namun saat aku meninggal, aku akan sendiri, betapa menyedihkan.”
ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isteri dan bertanya pada isteri yang ke-4: “Engkaulah yang paling ku cintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Sekarang aku akan mati, maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” Isterinya ini hanya diam… “Tentu saja tidak!” jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Mendengar jawaban itu, sang pedagang sakit hati, seakan-akan ada pisau yang mengiris-iris hatinya.
ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI,
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3; “Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” isterinya menjawab; “Hidupku begitu indah disini, aku berencana akan menikah lagi jika kau mati.” Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya mendadak terasa demam tinggi.
ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR,
Kemudian ia memanggil isteri ke-2; “Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dank au selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu kalau aku mati, maukah kau mendampingiku?” Jawab sang isteri; “Maafkan aku, kali ini aku tak bias menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”
ISTERI KE-1: SETIAP BERSAMA SUAMI,
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara; “aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.” Pedagang itu lalu menoleh ke samping, dan melihat isteri pertamanya disana. Ia tampak begitu kurus, badannya seperti orang kelaparan. Sang pedagang merasa menyesal, lalu bergumam; “Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, aku takkan membiarkanmu kurus seperti ini, wahai isteriku.”
****
Ketahuilah, sesungguhnya kita memiliki 4 isteri dalam hidup ini.
ISTERI KE-4 ADALAH TUBUH KITA. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita agar tampak indah dan gagah. Semua itu akan hilang dalam suatu batas ruang dan waktu. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.
ISTERI KE-3 ADALAH STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Setinggi apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
ISTERI KE-2 ADALAH KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.
Dan sesungguhnya ISTERI PERTAMA ADALAH JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal kitalah yang mempu menolong kita diakhirat kelak.
Bisa jadi amal-amal kita yang kecil, meski hanya member sedikit sedekah kepada fakir miskin, keringat-keringat kita yang keluar di jalan dakwah, sesungguhnya itulah yang akan menjadi teman setia kita diakhirat nanti. Semakin banyak kita beramal, maka akan semakin cantik dan harum teman setia ktia di sana.
Share:

2 komentar:

  1. assalamua'alaikum...
    segala puji hanya milik Rabb kita. Kehidupan yang ada takakan kekal hanya amalanlah sebagai bekal.
    bismillahirahmanirahim...
    cerita diatas cukup menarik, sangat menggugah, tidak luput dari kenyataan yang ada, mungkin saja ada dalam kehidupan yang nyata. alangkah indahnya jika ke4 istri pedagang tadi siap menjadi jundi2 Allah pula ya?
    ana teinspirasi berkenaan dengan fenomena2 poligami yang terkadang wanita amat enggan membahasnya apalagi mengalaminya.
    ana punya sedikit cerita...
    ada dua insan ikhwan dan akhwat yang sedangan berta'aruf. ketika ta'aruf berlangsung seorang akhwat meminta 1 syarat pada ikhwan yang saat itu berta'aruf dengannya.
    syaratnya seperti ini:
    "akhi apa anda siap ketika setelah kita menikah, saya tawarkan seorang akhhwat yang insya Allah bisa menjadi tim kita dalam menegakan agama Allah. yah katakan lah kita menjadi tim yang berjuang bersama-sama menegakan agama Allah".
    Tercengang ikhwan tersebut mendengara syarat yang diajukan akhwat itu.
    "apa ukhti sudah memikirkan baik2? dan boleh saya tau alasan ukhti memberikan syarat seperi itu?"
    Dengan spontan akhwat itu menjawab:"isnya Allah sudah saya pikirkan baik-baik. dan inilah harapan saya, saya takut kecintaan saya kepada manausia menjadikan saya lalai dan terlena. sesungguhnya kecintaan ini tak boleh melebihi cinta kepada Allah".
    mendengar alasan itu, ikhwan itu tertegun dan menteskan air mata, dan berkata:"Mahasuci Allah yang menghujamkan kecintaan pada hamba-Nya yang senantiasa dikasihi-Nya.Insya Allah saya siap, dengan syarat ukhti yang nanti memilihkan akhwatnya untuk saya".
    akhwat itu menjawab:"boleh saya tau apa alasan harus saya yang mencarikannya?"
    ikhwanpun menjawab:"saya takaut niat saya tidak luus karena Allah, jadi saya harap ukhti yang memilihkannya, cukuplah kesalehan dan ketaatan pada Allah sebagai syaratnya.
    akhirnyakeduanya menikah, setelah satu tahun kemudian ikhwan tersebut menikah dengan akhwat yang telah dipilihkan oleh istrinya. dan terlahirlah anak-anak yang saleh, dan keluarga itu menjadi pejuang2 tertegaknya agama Allah...

    afwan jika terlalu berlebihan dalam menyampaikan cerita ini,semoga ada hikmah yang bisa kita ambil.

    BalasHapus
  2. assalamua'alaikum...
    segala puji hanya milik Rabb kita. Kehidupan yang ada takakan kekal hanya amalanlah sebagai bekal.
    bismillahirahmanirahim...
    cerita diatas cukup menarik, sangat menggugah, tidak luput dari kenyataan yang ada, mungkin saja ada dalam kehidupan yang nyata. alangkah indahnya jika ke4 istri pedagang tadi siap menjadi jundi2 Allah pula ya?
    ana teinspirasi berkenaan dengan fenomena2 poligami yang terkadang wanita amat enggan membahasnya apalagi mengalaminya.
    ana punya sedikit cerita...
    ada dua insan ikhwan dan akhwat yang sedangan berta'aruf. ketika ta'aruf berlangsung seorang akhwat meminta 1 syarat pada ikhwan yang saat itu berta'aruf dengannya.
    syaratnya seperti ini:
    "akhi apa anda siap ketika setelah kita menikah, saya tawarkan seorang akhhwat yang insya Allah bisa menjadi tim kita dalam menegakan agama Allah. yah katakan lah kita menjadi tim yang berjuang bersama-sama menegakan agama Allah".
    Tercengang ikhwan tersebut mendengara syarat yang diajukan akhwat itu.
    "apa ukhti sudah memikirkan baik2? dan boleh saya tau alasan ukhti memberikan syarat seperi itu?"
    Dengan spontan akhwat itu menjawab:"isnya Allah sudah saya pikirkan baik-baik. dan inilah harapan saya, saya takut kecintaan saya kepada manausia menjadikan saya lalai dan terlena. sesungguhnya kecintaan ini tak boleh melebihi cinta kepada Allah".
    mendengar alasan itu, ikhwan itu tertegun dan menteskan air mata, dan berkata:"Mahasuci Allah yang menghujamkan kecintaan pada hamba-Nya yang senantiasa dikasihi-Nya.Insya Allah saya siap, dengan syarat ukhti yang nanti memilihkan akhwatnya untuk saya".
    akhwat itu menjawab:"boleh saya tau apa alasan harus saya yang mencarikannya?"
    ikhwanpun menjawab:"saya takaut niat saya tidak luus karena Allah, jadi saya harap ukhti yang memilihkannya, cukuplah kesalehan dan ketaatan pada Allah sebagai syaratnya.
    akhirnyakeduanya menikah, setelah satu tahun kemudian ikhwan tersebut menikah dengan akhwat yang telah dipilihkan oleh istrinya. dan terlahirlah anak-anak yang saleh, dan keluarga itu menjadi pejuang2 tertegaknya agama Allah...

    afwan jika terlalu berlebihan dalam menyampaikan cerita ini,semoga ada hikmah yang bisa kita ambil.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

HIDANGAN WEB

Recent Comment