• Menakjubkan Seorang Mukmin Itu...

    Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya

  • Doa Para Malaikat Untuk Orang yang Menunggu Shalat

    Di antara orang yang berbahagia dengan permohonan ampun dan do’a para Malaikat adalah seorang hamba yang duduk di masjid untuk menunggu shalat dalam keadaan berwudhu’

  • Hakikat Kehidupan Duniawi

    Mari kita besepakat, bahwa dunia bukan Surga. Juga bukan neraka. Tabiat Surga adalah memberikan kepada penghuninya kenikmatan dan kesenangan. Tabiat neraka adalah menyiksa dan membinasakan penghuninya dengan cara mengerikan tak terbayangkan. Dunia bukan keduanya.

  • Setetes Manisnya Dunia

    Dunia, begitu indah nan memesona. Kilauanya terkadang bisa membutakan mata. Bukan ke dua mata kita yang bisa melihat segala elok rupanya, tapi mata hati yang bersih nan jernih.

  • Allah yang Menjamin Rizki

    Sesungguhnya Allah menjamin setiap rezeki manusia dan makhluk lainnya. Jaminan tersebut sudah tertulis dalam Al Quran dan Al Hadist baik itu berupa jaminan rezeki yang bersifat materi, kesehatan, kebahagiaan ataupun rezeki berupa keimanan.

BILA HATIMU TAK TERARAH

Ibnul Qayyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Hati yang kacau tidak menentu, tidak ada yang bisa memperbaikinya kecuali menghadapkan hati itu kepada Allah.” [Zadul Ma’ad 2/82].
Sufyan bin Uyainah -rohimahulloh- sebelumnya telah mengatakan:
“Para ulama dahulu biasa saling menasehati satu sama lain dengan kata-kata ini:
Barangsiapa memperbaiki keadaan batinnya, niscaya Allah perbaiki keadaan lahirnya.
Barangsiapa memperbaiki hubungan dia dengan Allah, niscaya Allah akan perbaiki hubungan dia dengan manusia.
Barangsiapa beramal untuk akhiratnya, niscaya Allah akan cukupkan kehidupan dunianya.”
[Kitab Ikhlash, karya Ibnu Abid Dunya].

—–

Seringkali kita merasa keadaan kita tidak terarah, tidak menentu, tidak teratur, hampa, gersang, dst..

Jika keadaan ini menimpa kita, ingatlah bahwa itu pertanda kita sudah jauh dari Allah.. Solusinya sangat sederhana sebenarnya, hanya saja semua kembali kepada kita, mau atau tidak untuk move on.

Segeralah kembali kepada Allah, dan fokuslah dengan ibadah.. Jika ibadah kita beres, Allah akan membereskan kehidupan kita dan memberkahi waktu kita.. Karena sangat tidak mungkin Allah melantarkan orang yang mendekat kepada Dia dengan ikhlas dan sesuai tuntunan.
Share:

MEMBANGUN RUMAH MASA DEPAN


النَّفْسُ تَبْكِي عَلَى الدُّنْيَا وَقَدْ عَلِمْتَ…أَنَّ السَّلاَمَةَ فِيْهَا تَرْكُ مَا فِيْهَا
 
“(Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan perkara-perkara dunia”

لاَ دَارَ لِلْمَرْءِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَسْكُنُهَا…إِلاَّ الَّتِي كَانَ قَبْلَ الْمَوْتِ يَبْنِيْهَا

“Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian, kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya”

فَإِنْ بَنَاهَا بِخَيْرٍ طَابَ مَسْكَنُهُ…وَإِنْ بَنَاهَا بِشَرٍّ خَابَ بَانِيْهَا

“Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula”

أَمْوَالُنَا لِذَوِي الْمِيْرَاثِ نَجْمَعُهَا…وَدُوْرُنَا لِخَرَابِ الدَّهْرِ نَبْنِيْهَا

“Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita, dan rumah-rumah yang kita bangun akan rusak dimakan waktu”

كَمْ مِنْ مَدَائِنَ فِي الآفَاقِ قَدْ بُنِيَتْ…أَمْسَتْ خَرَابًا وَأَفْنَى الْمَوْتُ أَهْلِيْهَا

“Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun, namun akhirnya rusak dan runtuh, dan kematian telah menyirnakan para penghuninya”

أَيْنَ الْمُلُوْكُ الَّتِي كَانَتْ مُسَلْطِنَةً…حَتَّى سَقَاهَا بِكَأْسِ الْمَوْتِ سَاقِيْهَا

“Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian”

لاَ تَرْكَنَنَّ إِلَى الدُّنْيَا فَالْمَوْتُ…لاَ شَكَّ يُفْنِيْنَا وَيُفْنِيْهَا

“Janganlah engkau condong kepada dunia, karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan membuat kitapun fana”

وَاعْمَلْ لِدَارٍ غَدًا رَضْوَانٌ خَازِنُهَا…وَالْجَارُ أَحْمَدُ وَالرَّحْمَنُ بَانِيْهَا

“Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridhoan Allah, dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang maha penyayang)”

قُصُوْرُهَا ذَهَبٌ وَالْمِسْكُ طِيْنَتُهَا…وَالزَّعْفَرَانُ حَشِيْشٌ نَابَتَ فِيْهَا

“Bangunannya terbuat dari emas, dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za’faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut”

أَنْهَارُهَا لَبِنٌ مُصَفَّى وَمِنْ عَسَلٍ…وَالْخَمْرُ يَجْرِي رَحِيْقًا فِي مَجَارِيْهَا

“Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih, madu dan khomr, yang mengalir dengan bau yang semerbak”

وَالطَّيْرُ تَشْدُو عَلَى الأَغْصَانِ عَاكِفَةً…تُسَبِّحُ اللهَ جَهْرًا فِى مَغَانِيْهَا

“Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga Mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka”

فَمَنْ يَشْتَرِي الدَّارَ فِي الْفِرْدَوْسِ يُعَمِّرُهَا…بِرَكْعَةٍ فِي ظَلاَمِ اللَّيْلِ يُحْيِيْهَا

“Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam”

Jika anda tidak memiliki rumah yang mewah di dunia…maka raihlah istana megah di akhirat kelak…dengan sholat di tengah kegelapan malam…

📔 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

“Dan sholatlah di malam hari tatkala orang-orang sedang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan”.

Bolehlah engkau miskin di dunia akan tetapi demi membangun istana di surga…
Dan janganlah sampai engkau juga miskin dan menderita di akhirat kelak !!!

Allaahua'lam
Share:

KENAPA ORANG BERTERIAK KETIKA MARAH?

Suatu ketika Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.

Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : “Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?”

Salah satu murid menjawab :
“Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.”

“Tetapi, mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan, bisa ia ucapkan dengan cara halus ?”
Tanya sang Syeikh menguji murid-muridnya.

Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.

Akhirnya sang Syeikh berkata :
“Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh.
Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu,
mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar.
Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya.
Karena jarak kedua hati semakin jauh.”


 
“Begitu juga sebaliknya, di saat kedua insan saling jatuh cinta?” lanjut sang Syeikh.

“Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain.
Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan.
Jarak antara ke 2 hati sangat dekat.”

“Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?”,

Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang.
Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik.

Mereka cukup hanya dengan saling memandang.
Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi."

Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut :
“Jika terjadi pertengkaran diantara kalian,
jangan biarkan hati kalian menjauh.

Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh.

Karena jika kita biarkan, Suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh.”
Share:

NASIHAT INDAH DARI DR. 'AIDH AL QARNI

 نحن لا نملك تغییر الماضي و لا رسم المستقبل

Kita tidak bisa merubah yang telah terjadi, juga tidak bisa menggariskan masa depan.

فلماذا نقتل انفسنا حسرة على شيء لا نستطيع تغييره؟

Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan atas apa yang sudah tidak bisa kita rubah?

الحیاة قصیرة وأهدافها كثيرة ، فانظر الى السحاب ولا تنظر إلى التراب

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak. Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah (tetaplah bercita-cita jangan berputus asa)

اذا ضاقت بك الدروب فعليك بعلام الغيوب وقل الحمدلله على كل شيء
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib. Dan ucapkan Alhamdulillah.

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد .
Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang, sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.

الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.

التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah semata.

نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض بل نحن ننتمي إلى الجنة

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتا لكي نؤدي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة

Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali. Kita tinggal di sini hanya untuk sementara, untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

فحاول أن تعمل ما بوسعك لتلحق بقافلة الصالحين التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع ولا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير

Maka berusahalah semampumu, untuk  mengejar kafilah orang-orang shaleh, yang akan kembali ke tanah air kita yang sangat luas, di akhirat sana. Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini.

الفراق ليس السفر ولا فراق الحب حتى الموت  ليس فراقا سنجتمع في الآخرة الفراق هو أن يكون أحدنا في الجنة والآخر في النار

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh, atau karena ditinggal orang tercinta, bahkan kematianpun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di Akhirat.

Perpisahan adalah ketika seorang diantara kita masuk surga sementara seorang lainnya masuk neraka.

Allahua'lam
Share:

KOLEKSI BUKU

HIDANGAN WEB

BERBAGI HIKMAH | merupakan salah satu wadah untuk saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Menggali mutiara yang masih tersembunyi di dalam hati. Menyirami qalbu yang kering.

Mari menjadi bagian dari Berbagi Hikmah:
Fanspage : Berbagi Hikmah
Whatsapp : Group WA Berbagi Hikmah
Contact : 085647291245 (Call/SMS/WA)

Bersama melembutkan hati.

Recent Comment