• Menakjubkan Seorang Mukmin Itu...

    Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya

  • Doa Para Malaikat Untuk Orang yang Menunggu Shalat

    Di antara orang yang berbahagia dengan permohonan ampun dan do’a para Malaikat adalah seorang hamba yang duduk di masjid untuk menunggu shalat dalam keadaan berwudhu’

  • Hakikat Kehidupan Duniawi

    Mari kita besepakat, bahwa dunia bukan Surga. Juga bukan neraka. Tabiat Surga adalah memberikan kepada penghuninya kenikmatan dan kesenangan. Tabiat neraka adalah menyiksa dan membinasakan penghuninya dengan cara mengerikan tak terbayangkan. Dunia bukan keduanya.

  • Setetes Manisnya Dunia

    Dunia, begitu indah nan memesona. Kilauanya terkadang bisa membutakan mata. Bukan ke dua mata kita yang bisa melihat segala elok rupanya, tapi mata hati yang bersih nan jernih.

  • Allah yang Menjamin Rizki

    Sesungguhnya Allah menjamin setiap rezeki manusia dan makhluk lainnya. Jaminan tersebut sudah tertulis dalam Al Quran dan Al Hadist baik itu berupa jaminan rezeki yang bersifat materi, kesehatan, kebahagiaan ataupun rezeki berupa keimanan.

Bahagia Menjadi Ibu

"Berbahagialah menjadi seorang ibu karena bila ditanya"

" IBUMU SARJANA APA? "

Ibuku gelarnya adalah MSi : Master Segala ilmu.
Tak terbayang bukan, menjadi ibu yang baik itu harus banyak belajar dan terus belajar, lifelong education istilah kerennya.

1. Ibu harus belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, serta menata pemasukan & pengeluaran yang seimbang.
2. Ibu harus belajar ilmu Tata Boga, chef, atau perhotelan, belajar mengatur masakan keluarga dengan kreatif, supaya tidak bosan.
3. Ibu harus belajar ilmu Keguruan. Ia harus menguasai ilmu yang diajarkan di sekolah dasar, agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dengan PR-nya.
4. Ibu harus belajar Agama, karena ibu-lah yang pertama kali mengenalkan anak pada Allah, membangun akhlak yang luhur serta iman yang kokoh.
5. Ibu harus belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.
6. Ibu harus belajar Farmasi, agar dapat memberi pertolongan awal pada keluarga yang sedang sakit dan menyediakan obat-obatan ketika keadaan darurat.
7. Ibu harus belajar Keperawatan, karena beliaulah yang merawat anak/suami ketika sakit. Yang menyeka tubuhnya ketika tidak diperbolehkan mandi, mengganti kompres. Ibu adalah perawat yang handal.
8. Ibu harus belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk, dll.
9. Ibu harus belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menghadapi anak-anak di setiap jenjang usia, juga sebagai teman curhat suami yang terbaik, ketika suami sedang mengalami masalah.
10. Ibu juga bisa cari uang ( bekerja )

Seandainya ibu harus kuliah dulu, butuh berapa lama? Bisa jadi lebih dari 9 jurusan di atas tadi.
Begitu luar biasanya seorang ibu, dengan multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik & menemani anak-anak dan suami tercinta. Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk ibu kita?

“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat satu ibunya."
Selamat untuk semua Ibu2 Cantik dimanapun berada.
Share:

Hikmah Dibalik Tertundanya Keinginanmu

Ingatkah kita dengan kisah Nabi Yusuf alaihi salam?

Ketika beliau harus terpenjara karena tuduhan yang tidak beliau lakukan. Saat itu Yusuf berada didalam penjara bersama sekian banyak tahanan, termasuk dua orang yang menanyakan arti dari mimpi mereka kepada beliau.

Bukankah kita tau bahwa Yusuf adalah yang paling bersih hatinya dibanding dua orang ini? Bukankah Yusuf adalah orang yang paling dicintai Allah dibanding mereka berdua?

Tapi Allah membebaskan dua orang ini sebelum Nabi Yusuf alaihi salam!

Sekilas kita bertanya-tanya, jika Allah lebih mencintai Yusuf, mengapa Allah tidak membebaskannya lebih dahulu?

Bertahun-tahun setelah dua orang itu bebas, akhirnya Nabi Yusuf bebas dari penjara. Dan kita lihat apa yang terjadi kepada tiga manusia ini.

Lelaki pertama keluar menjadi pelayan.
Lelaki kedua keluar dan kemudian dihukum mati.

Sementara Nabi Yusuf alaihi salam keluar paling akhir, namun beliau menjadi Bendahara Negeri Mesir!

Begitu pula dengan kisah Nabi Yunus alaihi salam. Kala itu beliau berada diatas kapal bersama para penumpang lainnya. Ketika badai datang, diputuskan harus ada seorang yang dikeluarkan dari kapal untuk mengurangi beban kapal. Akhirnya mereka sepakat untuk mengundi siapa yang harus keluar dari kapal itu.

Kita semua tau bahwa Yunus adalah nabi Allah. Beliau adalah manusia yang paling dekat dengan Allah dibanding seluruh penumpang kapal tersebut. Tapi anehnya, nama Yunus lah yang terpilih dalam undian itu. Bahkan setelah beberapa kali diundi, tetap nama beliau lah yang keluar.

Akhirnya Nabi Yunus melompat kedalam laut dan pada akhirnya masuk kedalam perut ikan.
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ

“Kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian). (QS.Ash-Shaffat:141)

Dari dua kisah ini ada dua poin penting yang akan kita ambil.

1. Seringkali tujuan ditundanya keinginan kita oleh Allah adalah untuk memberi sesuatu yang lebih besar dan lebih baik. Maka berbaik sangkalah kepada Allah selalu !

فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (QS.An-Nisa’:19)

2. Suatu saat mungkin kita akan rugi dan orang disekitar kita mendapat keuntungan. Tapi ingatlah bahwa kerugian itu tidak seberapa karena kita akan tetap menjadi yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Seperti Yunus yang terpilih menjadi yang harus melompat ke laut sementara yang lain selamat, namun Yunus tetap menjadi yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

🍁 Semoga bermanfaat 🍁
Share:

Manusia Kelak Di Akherat

Manusia itu kelak di akhirat akan dibagi menjadi 2 macam, ahlul musibah dan ahlul 'aafiyah.

Ahlul musibah adalah orang2 yang pada masa hidup di dunia selalu kena musibah, selalu diuji dg macam2 hal, hidupnya sering susah, sengsara bertubi2.

Sementara ahlul 'afiyah adalah orang2 yang pada masa hidup di dunia enak-enak saja. Segala kemudahan didapatkannya tanpa usaha yang berarti.

Pada saat hari perhitungan, Allah perintahkan pada malaikat agar menghisab Ahlul musibah terlebih dahulu.

Lalu, dengan cepat malaikat melaporkan pada Allah, bahwa hisab mereka sebentar saja karena dosa-dosa mereka sudah digugurkan lewat musibah dan ujian yang menimpa mereka saat di dunia.

👍 Maka Allah perintahkan agar memberikan mereka 3 hal :
1. Afiyah, kekuatan, sebagai ganti kesusahan yang dia dapat di dunia dulu. 

2. Khoiron, kebaikan, yaitu surga.
3. Manzilan, tempat yang tinggi, kedudukan yang tinggi di surga.

Demikianlah...

👍 *Jadi bagi orang yang sering diuji oleh Allah, bukan karena Allah benci padanya, tapi karena Allah ingin ganti kesusahannnya itu dengan nikmat di akhirat nanti.*

👍 *Demikian pula dengan orang yang sering diberi nikmat dan kemudahan... hati-hati...*

👍 Para shahabat Rasul dulu sering menangis jika mereka mendapat nikmat dan kemudahan bertubi2... Karena mereka takut jangan2 itu harusnya adalah nikmat mereka di akhirat, namun disegerakan di dunia ini....
 

Masya Allah.... Masya Allah....

👍Kadang kita merasa tak sabar saat ujian datang, entah sakit, entah payah finansial, entah kehilangan...
Kita buru2 mengeluh...
Buru2 'menggugat' Allah....
Masya Allah....

👍 Padahal jika kita mau bersabar, maka semua kepayahan itu akan digantikan oleh Allah dengan kenikmatan yang jauuuh lebih besar....

👍 Mari bersabar atas semua keadaan... Mari bersyukur dalam setiap kesempatan...

Sebab Allah, tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya....
Tidak pernah. Wallahu'alam bissawab
 

Semoga kita semua senantiasa mampu menjadi hambaNYA yg qanaah dan istiqomah sll bersyukur dan bersabar atas apapun yg ALLAH berikan kpd kita, Aamiin Ya Robbal Aalamiiin

🕋 Semoga kita selalu mendapatkan Taufiq dari Allah Ta'ala....Aamii
Share:

Rahasia Kehidupan

Saat kita memberi
kita akan menerima.

Saat kita menolong orang lain pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri.
Apa yang kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri.

Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya.

Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi, lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.

Αda ilustrasi menarik :

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.
Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya, "Mengapa anda berjalan membawa lampu?"
Orang buta itu menjawab, "Sebagai penerangan."

Dengan heran pria itu bertanya lagi, "Tapi..bukankah anda buta & tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, "Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya."

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.

Kita diingatkan untuk tidak jemu-jemu berbuat baik. Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh berkah, berkelimpahan & bahagia.

Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang-orang yang egois, kikir, pelit & melakukan sesuatu berdasarkan apa yang untung bagi dirinya sendiri.

"APA YANG KITA LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI AKAN KEMBALI KEPADA KITA.

Semoga bermanfaat
Share:

KOLEKSI BUKU

HIDANGAN WEB

BERBAGI HIKMAH | merupakan salah satu wadah untuk saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Menggali mutiara yang masih tersembunyi di dalam hati. Menyirami qalbu yang kering.

Mari menjadi bagian dari Berbagi Hikmah:
Fanspage : Berbagi Hikmah
Whatsapp : Group WA Berbagi Hikmah
Contact : 085647291245 (Call/SMS/WA)

Bersama melembutkan hati.

Recent Comment